Apa Kabar Coretanmu?
Dalam remang lentera kamar
Pandangan nanar berdebur gemetar
Menyibak lembaran masa dalam kalbu
Patahan pucuk-pucuk asoka di sela mega biru
Ricik kali dendang camar terbang
Tapak-tapak kaki kecil merekah riang
Butir
pepasir mengalir deras
Menyapu
jiwa mereguk masa
Berderai
di setiap tepi lazuardi
Membelah
asa generasi generasi
Rembulan terpantul mengijap di riak kali
Kilau keperakan meruwai jurai
Peta jelajah telah tercoret penuh
Buritan rapuh layar tak utuh
Menuntun ombak menyandarkan lelah
Layu kuntum-kuntum asoka memanggil berteduh
Tersadar bekal belum terisi penuh
Malu hati temui Sang Penggenggam Ruh
Rasanya sudah bertahun lamanya sejak saya terakhir
corat-coret di blog. Alaay mode on… Tapi memang bener. Setelah blog kena
suspended dari mr.WP akhirnya lebih senang kembali menulis tangan, bisa
dilakukan kapan pun dan dimana pun. Blog yang dulu “berpeluh-peluh” saya buat
tiba-tiba lenyap jadi pembenaran buat hiatus dari dunia maya. Setidaknya, puisi
di atas jadi pengantar awal.
Dan, setelah beberapa kali ditanya dan kena teguran
dari teman-teman. Saya memutuskan menjadi bagian dari angka statistik blogger
lagi. Menjadi satu di antara milyaran orang yang berusaha bermanfaat lewat
tulisan. Semoga kami bisa istiqomah menjejakkan kata demi kata di sini.
Ke depan bakalan lebih seru. InsyaAllah ada partner
yang ikut meramaikan coretan di sini J
Jika ada meet up backpacker atau acara berbau
traveling, backpacking atau sejenisnya, ikutan ya! Hehe
Talitha Huriyah & partner (nunggu muncul)
0 comments :
Contact Form
Popular Posts
-
Let’s have an ideal beautiful morning routine! On this blessing month better if we make a lot of du’a for an ultimate productive Ramadh...
statistics
Share this Post
Ads 1
Ads 2
Ads 2
Contributors
Powered by Blogger.

Post a Comment